Kegiatan :

Di Sekolah Kreatif, peserta didik diberikan ruang untuk memecahkan masalah nyata, membuat proyek, serta menerapkan pengetahuan lintas disiplin. Guru berperan sebagai fasilitator yang membimbing, bukan sekadar pemberi materi. Lingkungan belajar dirancang agar mendorong kolaborasi, eksperimen, dan kemandirian, baik melalui kegiatan intrakurikuler, kokurikuler, maupun projek penguatan profil pelajar Pancasila (P5).

Sekolah Kreatif juga menekankan penggunaan media dan teknologi sesuai kebutuhan belajar, membuka peluang bagi peserta didik untuk mengembangkan keterampilan abad 21 seperti berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, dan kolaborasi. Proses asesmen dilakukan secara holistik, menilai perkembangan kompetensi, karakter, dan hasil karya peserta didik melalui asesmen formatif serta portofolio.

Scroll to Top